Tampilkan postingan dengan label Berita Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Ahok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2016

Inilah Kehebatan Ahok, Mereka Membutuhkan 213 Pengacara Untuk Keroyok Ahok !!

Inilah Kehebatan Ahok, Mereka Membutuhkan 213 Pengacara Untuk Keroyok Ahok !!

Berita Menarik - Sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Relawan Jakarta Bergerak menilai bahwa selama hampir lima tahun Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, Ahok dianggap tidak cakap dalam memimpin. Banyak kasus, dari kasus penghinaan hingga kasus dugaan korupsi ditujukan kepadanya.

"Kami ingin memastikan dugaan-dugaan pelanggaran hukum serius seperti kasus RS Sumber Waras, gratifikasi atau kasus penghinaan dan fitnah terhadap rakyat kecil sebagai maling tidak diabaikan begitu saja semata-mata karena sudah dekatnya event Pilkada," ujar salah satu inisiator Tim Relawan Jakarta Bergerak, Inge Airawatie, Jakarta, Rabu (30/3).

"Kami berkeyakinan bahwa Jakarta akan lebih baik jika tidak lagi dipimpin Ahok," tegasnya.

Kemudian, ia meminta, jangan ada pihak yang mengikuti pilgub DKI menggunakan isu rasisme, seolah-olah pihak tersebut menjadi korban. Tim Relawan Jakarta Bergerak juga meminta jangan ada pihak berusaha menekan rakyat yang menyampaikan kritikan terkait jalannya pemerintahan DKI selama ini.

"Jangan ada tindakan diskriminasi rasial dan etnik, tetapi jangan ada pula orang yang memfitnah orang lain rasis semata-mata demi menaikkan popularitas sebagai pihak yang dizolimi," ujarnya.

Inge menjelaskan, Tim Relawan Jakarta Bergerak berada di bawah komando langsung Waketum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Sekarang telah ada 213 advokat yang menyatakan bergabung dalam tim advokasi ini.

"Kami ingin mendorong kematangan dalam berdemokrasi terutama dalam Pilgub DKI Jakarta," sahutnya.

Sumber : merdeka.com

Baca juga artikel Ini Peringatan Ahok Untuk Adik Yusril Yang Berucap Rasial dan Provokatif Kepada Etnis Tionghoa

Ini Peringatan Ahok Untuk Adik Yusril Yang Berucap Rasial dan Provokatif Kepada Etnis Tionghoa

Ini Peringatan Ahok Untuk Adik Yusril Yang Berucap Rasial dan Provokatif Kepada Etnis Tionghoa

Berita Heboh - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menganggap Duta Besar Indonesia untuk Jepang Yusron Ihza Mahendra sebagai orang yang kurang ajar dan rasialis.

Pernyataannya itu menanggapi kicauan Yusron yang kemarin sempat menyinggung gaya kepemimpinan Ahok yang dinilai arogan. Yusron kebetulan adalah adik kandung dari bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra.

"Kalau dia nge-tweet nakut-nakutin, hati-hati lho keturunan Cina miskin, kasihan nanti dibantai gara-gara Ahok. Itu kurang ajar dan rasis. Apalagi dia Dubes di Jepang lagi, adiknya Yusril," kata Ahok di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2016).

Ahok mengaku sudah menyampaikan keluhan itu kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Saya bilang ke Bu Retno, kalau punya dubes kayak gini, ini bukan Indonesia," ujar Ahok.

Kemarin, Yusron sempat berkicau di akun Twitter-nya, @YusronIhza_Mhd. Dalam kicauannya, Yusron menyoroti kepemimpinan Ahok yang ia anggap arogan.

Menurut Yusron, kepemimpinan Ahok yang arogan berpotensi membahayakan masyarakat kecil yang beretnis sama dengan Ahok.

Ini Peringatan Ahok Untuk Adik Yusril Yang Berucap Rasial dan Provokatif Kepada Etnis Tionghoa

Pernyataannya itu menambahkan pernyataan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang juga sempat melontarkan hal yang sama.

Ini Peringatan Ahok Untuk Adik Yusril Yang Berucap Rasial dan Provokatif Kepada Etnis Tionghoa


Ahok Minta Menlu Ajukan Rekomendasi Pencopotan Adik Yusril dari Jabatan Dubes

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sudah meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi agar mengajukan rekomendasi pencopotan Yusron Ihza Mahendra dari jabatannya sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Menurut Basuki, orang seperti Yusron tidak pantas menempati jabatan sekelas dubes.

Yusron kebetulan adalah adik kandung dari pendiri Partai Bulan Bintang yang juga bakal calon gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra.

"Jangan taruh orang yang mau ubah sila pertama Pancasila. Orang Partai Bulan Bintang itu pengin ubah Pancasila kayak Masyumi. Itu masalah," kata Ahok di Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (30/3/2016).

Pada Selasa (29/3/2016), Yusron sempat berkicau melalui akun Twitter miliknya, @YusronIhza_Mhd.

Dalam kicauannya, Yusron menyoroti kepemimpinan Ahok yang ia anggap arogan.

Menurut Yusron, kepemimpinan Ahok yang arogan berpotensi membahayakan masyarakat kecil yang beretnis sama dengan Ahok.

Pernyataannya itu menambahkan pernyataan mantan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang juga sempat melontarkan hal senada.

Sementara itu, Ahok menganggap tindakan Yusron sebagai tindakan pengecut yang hanya bertujuan meningkatkan suara untuk kakaknya, Yusril.

"Kalau masyarakat percaya kan dapat suara. Menjual agama itu kan tindakan pengecut dan sebenarnya menghina Tuhan. Tuhan saja enggak rasis. Kamu Islam, saya Kristen, tetapi menghirup udara yang sama oleh Tuhan," ujar Ahok.

Sumber : kompas.com

Kamis, 31 Maret 2016

Habiburokhman Marah-Marah Saat di Tanya soal Terjun dari Monas

Habiburokhman Marah-Marah Saat di Tanya soal Terjun dari Monas

Berita Menarik - Kepala Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman terlihat kesal ketika wartawan bertanya perihal janjinya untuk terjun bebas dari Monumen Nasional (Monas) Kalau KTP dukungan yang dikumpulkan "Teman Ahok" memenuhi syarat.

"Apa yang ada di Twitter saya, Anda baca aja. Sudah baca belum? Dari (media) mana sih, bolak-balik itu terus," ucap Habiburokhman dengan nada ketus, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/3/2016).

Ia menyebut apa yang ditulisnya melalui akun Twitter @habiburokhman benar adanya. Kembali dia meminta wartawan itu untuk membaca kicauannya.

Dia mengaku dalam keadaan sadar dan ikhlas ketika bernazar terjun dari Monas.

"Saya orang yang konsekuen. Apa yang saya tulis, saya tetap akan sesuai dengan yang saya tulis," ucap Habiburokhman.

Selain dia, mantan kader Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebelumnya juga pernah berjanji akan digantung di Monas kalau dia terlibat korupsi proyek Hambalang.

"Apa yang saya tulis, itulah yang saya sampaikan. Saya enggak ada urusan dengan Anas," ucap Habiburokhman.

Melalui akun Twitter-nya, @habiburokhman, dia mengatakan akan terjun dari puncak Monas jika Teman Ahok mampu mengumpulkan data 1 juta formulir KTP.

"12) Saya berani terjun bebas dari Puncak Monas kalau KTP dukung Ahok beneran cukup untuk nyalon. #KTPdukungAhokcumaomdo???" tulis Habiburokhman.

Baca juga artikel Daftar Film Populer 2016

Kamis, 10 Maret 2016

Kutipan Surat Dari Anak Medan Untuk Ahok,Yang Anak Medan.. BACA !!!

Kutipan Surat Dari Anak Medan Untuk Ahok,Yang Anak Medan.. BACA !!!

Berita Heboh - Ketawa aku baca surat temanku dari Medan ini. Kuposting supaya dibaca Ko AHOK…☺


PESAN DARI ANAK MEDAN BUAT AHOK

Ahok…Ahok, nasibmu lah bro. Kau berada di antara orang2 stres mendekati gila…
Nggak kau tengok hasil kerja kau? Berapa uang negara yang kau selamatkan? Berapa PNS korup kau pecat? Bagaimana Jakarta sekarang gak jadi kolam lagi. Tiga hari aku di sini Hok, beda kali rasaku dibanding tahun 2007 aku cari nafkah di kotamu ini.
Ini kan musim hujan, ya Hok? Kok gak kutemukan banjir? Akh… genangan aja pun gak dapatku. Padahal jalan2 ini juganya yang awak lalui 2007 lalu. Kelelep dulu jalan2 itu Hok. Ntah siapa Gubernurnya ketika itu.


Tau kau Hok? Dari dulu mana ada yang berani sama mapia di DKI itu? Kau kutengok besar kali nyalimu bah. Serius! Se-Indonesia mana ada kek kau nyalinya? Cakap bongaknya semua itu yang koar2. Cok dihadapkan sama mapia, kencing celana Hok.
Janganlah dulu sama mapia tahe. Dari dulu mana ada gubernur yang berani sama maling-maling di DPRD itu? Gubernur yang sebelum jamanmu pilih cincau-cincau, bos. Dengan anggaran yang sama, kok lebih banyak yang kau kerjakan? Jadi sebelumnya pada kemana duit APBD itu?
Eeehh tahe…


Udah gitu pun, masih aja ada yang gak suka samamu, Bro. Nasibmulah jadi keturunan Tionghoa. Udah minor, kreak pula. Hahaha…
Kalo ada 10 KTP di rumah kami, kuantar semua Bos. Cuma, cem manalah kubilang, di Sumut yang berantakan ini, yang Gubernurnya sukak cengengesan di baliho itunya Gubernur kami. Eh, dah ganti tahe. Dah cengengesan di tipi dia sama petugas KPK.
Gitulah dulu ya Bos. Sambil kucari dulu link ke kau. Biar ku-tek dulu suratku samamu. Mana tau ko baca nanti, ya kan…


Ini saya copas dr teman saya dr medan
– Rona Parhusip –

Baca juga artikel Ratusan Warga Australia Bugil Keliling Kota di Melbourne Dengan Bersepeda