Tampilkan postingan dengan label MotorGP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MotorGP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Desember 2015

Lorenzo Mau Menjajal F1

Lorenzo Mau Menjajal F1 - Kampiun MotoGP Jorge Lorenzo mengungkap sejumlah hal di luar aktivitasnya membalap dengan kendaraan roda dua. Keinginan duduk di balik kemudi F1 adalah salah satunya.

Lorenzo Mau Menjajal F1

Agen Bola

Di balik kesuksesannya di atas balapan roda dua itu, dalam sebuah wawancara dengan media India IANS akhir pekan lalu, Lorenzo mengaku punya minat tersendiri dengan adu cepat roda empat.

Lorenzo mulai berkompetisi di ajang kejuaraan dunia balap motor grand prix sejak 2002 lalu. Tiga musim di kelas 125cc, rider Spanyol 28 tahun itu naik ke kelas 250cc tempatnya menghabiskan tiga musim lain yang turut ditandai dengan dua gelar juara dunia.

Sedari 2008, Lorenzo tampil di kelas primer MotoGP. Dalam keikutsertaannya sejauh ini pebalap yang berkiprah untuk Movistar Yamaha tersebut sudah menyabet tiga titel dengan yang teranyar ia raih pada musim 2015 ini.

"Jadi siapa tahu saja, mungkin suatu hari di masa depan aku bisa balapan di F1. Tapi yang jelas aku juga tak bisa meninggalkan MotoGP karena itulah hasratku. Aku jadi seperti sekarang ini karena MotoGP dan masih banyak yang harus aku lakukan di sini," sebutnya.

AXIOOPOKER AGEN POKER TERPERCAYA, AGEN DOMINO DAN BANDARQ ONLINE INDONESIA TERPERCAYA


"Aku sudah pernah mencoba GP2. Salah satu impian tertuaku adalah menjajal F1," ucap Lorenzo.

Lorenzo juga mengungkap soal hobinya yang tidak menyangkut dunia olahraga. Ia mengaku amat hobi nonton film dari bintang-bintang Hollywood favoritnya.

Di luar aktivitas balapan, Lorenzo juga menggemari olahraga lain seperti seperti sepakbola, tenis, dan golf. Untuk yang terakhir, tak jarang ia pun turun ke lapangan mengayunkan pukulan. "Ya, aku terkadang suka main golf kapan pun aku punya waktu."

"Di bioskop, aku suka nonton film dari aktor-aktor lama seperti Jack Nicholson, Al Pacino, dan Robert di Nero," tutur Lorenzo.

"Aku penggila film. Saat tak membalap, aku banyak nonton film. Aku senang ke bioskop, mendengar musik, dan main video games--tiga hobi utamaku," ungkapnya.

Sirkuit Sentul Disarankan Harus Bisa Kekinian

Sirkuit Sentul Disarankan Harus Bisa Kekinian - Indonesia akan menggelar balapan MotoGP pada 2017 dan Sentul akan menjadi sirkuitnya. Untuk itu Manager Safety Riding & Motorsport AHM Anggono Iriawan menyarankan sejumlah perbaikan dilakukan oleh Sentul.

Sirkuit Sentul Disarankan Harus Bisa Kekinian

Agen Bola

Manager Safety Riding & Motorsport AHM Anggono Iriawan menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan MotoGP di Indonesia walaupun juga memberi catatan tersendiri.

Kementerian Pemuda dan Olahraga telah memastikan Sirkuit Sentul, Jawa Barat, sebagai arena penyelenggaraan MotoGP. Menpora Imam Nahrawi pun telah menandatangani Letter of Intent (LOI).‎

Pun begitu masih ada jalan yang harus ditempuh yang pengadaan induk perencanaan, landasan hukum dari pemerintah berupa Keputusan Presiden, dan dana yang juga harus disiapkan.

Menurutnya, hal itu menjadi penting karena banyaknya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. "Bukan tidak mampu, tapi semua aspek harus didukung. Dari mulai sirkuit, hotel, akses, sarana prasarana semua harus dapat dukungan," sebutnya.

AXIOOPOKER AGEN POKER TERPERCAYA, AGEN DOMINO DAN BANDARQ ONLINE INDONESIA TERPERCAYA


"Saya sangat mendukung artinya animo masyarakat terhadap olahraga roda dua ini sangat besar dan luar biasa. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi keinginan itu. Tapi project ini harus jadi nasional," Anggono kepada detikSport di Buriram, Thailand, pada ajang Asia Road Racing Championship (AARC) di akhir pekan.

"Soal sikuit Sentul saya rasa harus disesuaikan dengan perkembangan regulasi mesin antar motor dan teknologi yang sudah maju," saran Anggono.

Secara khusus membahas Sentul yang sudah ditunjuk jadi tempat gelaran MotoGP 2017 mendatang, ia juga menyarankan pembenahan harus dilakukan demi membuat sirkuit yang juga pernah menggelar kejuaraan dunia balap motor grand prix pada 1996 dan 1997 tersebut sesuai dengan perkembangan terkini, selain juga nyaman dan aman untuk para rider.

"Banyak sirkuit yang memenuhi standar internasional yang bisa dicontoh seperti Sepang (Malaysia), Chang (Buriram). Semua harus dilihat mulai dari sirkuit, fasilitasnya, dan lainnya," jelasnya.

"Jadi harus diperbaiki sekitar berapa persen? Saya tidak bisa jawab. Tapi yang jelas harus ada perbaikan di beberapa titik disesuaikan dengan kemajuan teknologi."